Tim SAR akhirnya menemukan Jovita, seorang pendaki perempuan yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Muria, Jawa Tengah. Setelah melakukan pencarian intensif selama beberapa hari, tim menemukan tubuh Jovita dalam kondisi meninggal dunia di lereng terjal dengan medan yang sulit dijangkau.
Jovita, yang diketahui mendaki bersama dua rekannya, terpeleset dan terpisah dari rombongan saat menuruni jalur pendakian. Rekannya segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang, yang kemudian mengirimkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian. Tim mengandalkan jejak kaki, penciuman anjing pelacak, dan drone pencari panas tubuh untuk mempercepat proses evakuasi.
Setelah menemukan jasad Jovita, tim SAR segera melakukan evakuasi menggunakan tandu dan tali pengaman karena lokasi penemuan berada di tebing curam yang berbahaya. Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam akibat cuaca buruk dan kabut tebal yang menghambat jarak pandang.
Keluarga Jovita yang menanti di pos pendakian menerima kabar duka tersebut dengan penuh kesedihan. Mereka mengucapkan medusa 88 terima kasih kepada seluruh tim penyelamat yang telah berusaha maksimal dalam pencarian. Jenazah Jovita kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi dan visum.
Kejadian ini kembali mengingatkan para pendaki akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan saat menjelajahi alam. Pihak berwenang juga mengimbau pendaki untuk tidak memisahkan diri dari rombongan dan selalu melaporkan aktivitas ke pos pendakian sebelum dan sesudah naik gunung.
Petaka di Gunung Muria ini menjadi pengingat tragis bahwa alam selalu menyimpan risiko, dan keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama.
